Rabu, 10 April 2013

PELANTIKAN PENGURUS PEPADI DIY 2013-3018



PRESS RELEASE
PELANTIKAN PENGURUS PEPADI DIY
MASA BAKTI 2013-2018

Menindaklanjuti hasil Musda PEPADI DIY yang dilaksanakan pada Senin, 17 Desember 2012 di TBY, Ketua terpilih Ki Edi Suwondo telah membentuk “Panitia Pelantikan Pengurus PEPADI DIY masa bakti 2013-2018” dengan Ketua Ki Udreka, S.Sn., M.Sn., sekretaris Ki Drs. Anang Prawoto dan Bendahara Ki R. Yuwono, S.Kar., (susunan Panitia selengkapnya seperti terlampir) yang mendapat tugas untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mempersiapkan dan melaksanakan pelantikan.

Pelantikan yang mengandalkan beaya swadaya dan sponsor dari pecinta seni Pedalangan ini menurut rencana akan dilaksanakan di Pendapa Jurusan Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada hari Jum’at 12 April 2012 dan dilanjutkan dengan “Gelar Wayang Babad” dengan lakon “Bedhah-e Kartasura” oleh dalang Ki Ir. Eko Suryo, dan “Wayang Mataraman” dengan lakon Wahyu Makutha Rama oleh dalang Ki Ir. H. Harjono Sujanadi, MM., yang diiringi oleh siwa-siswi SMKI.

Diharapkan hadir Gubernur DIY Sri Sultan hamengkubuwono X sekaligus mengukuhkan kepengurusan PEPADI DIY setelah sebelumnya Ketua PEPADI Pusat Ki Ekotjipto, SH., membacakan SK Pelantikan pada prosesi tersebut.

Ki Edi Suwondo berharap agar  kepengurusan periode ini dapat menerapkan manajemen kolektif dimana semua pengurus berperan sebagai bagian yang ikut menentukan arah kebijakan PEPADI DIY. Undangan sebanyak 150 orang terdiri dari utusan PEPADI Kabupaten/Kota, tokoh-tokoh pemerhati pedalangan dan pejabat terkait.


===========================


Lampiran 1

SUSUNAN ACARA
PELANTIKAN PENGURUS PEPADI DIY
MASA BAKTI 2013-2018


       HARI/ TANGGAL: JUM’AT/  12 APRIL 2013

NO WAKTU (PUKUL) ACARA PENANGGUNGJAWAB
01
20.00-20.10
PEMBUKAAN
MC:
·   Ki Sri Mulyono, S.Sn.
·   Ni Rita Apriani
02
20.10-20.20
LAPORAN KETUA PANITIA
Ki Udreka, S.Sn., M.Sn.
03
20.20-20.35
PELANTIKAN
PENGURUS PEPADI DIY
MASA BAKTI 2013-2018

PEMBACAAN SK
Oleh: Ketua Pepadi Pusat
MC: Ni Rita Apriani



Ketua PEPADI Pusat:
Ki Eko Cipto, SH.
04
20.35-20.55
SAMBUTAN PENGUKUHAN PENGURUS PEPADI DIY MASA BAKTI 2013-2018
Oleh: Gubernur DIY
Dilanjutkan pemasangan pin PEPADI dan ucapan selamat.
MC: Ni Rita Apriani

Gubernur DIY:
Sri Sultan Hamengkubuwono X
05
20.55-21.00
PENYERAHAN WAYANG KEPADA 2 DALANG:
1.      Wayang Babad:  Ki Ir. Eko Suryo
2.      Wayang Mataraman:  Ir. H. Harjono Sujanadi, MM.
MC: Ni Rita Apriani
·   Ki Eko Cipto, SH.
·   Sri Sultan Hamengkubuwono X
·   Ki Ir. Eko Suryo
·   Ki Ir. H. Harjono Sujanadi, MM.
06
21.00-22.00
PAGELARAN “WAYANG BABAD”
Lakon “BEDHAH-E KARTASURA”
Ki Ir. Eko Suryo
07
22.00-04.00
PAGELARAN “WAYANG KULIT MATARAMAN”
LakonWAHYU MAKUTHA RAMA
Ki Ir. H. Harjono Sujanadi, MM.



===========================


Lampiran 2



PANITIA PELANTIKAN
PENGURUS PEPADI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
MASA BAKTI 2013-2018


Penanggungjawab:
Ki Edi Suwondo (Sleman)

Ketua:
Ki Udreka, S. Sn, M. Sn. (Bantul)

Sekretaris:
Ki Drs. Anang Prawoto (Sleman)

Bendahara:
Ki R. Yuwono, S. Kar. (Yogyakarta)

Sie.Acara:
Ki Sri Mulyono, S. Sn. (Bantul)
Ni Rita Apriani (Sleman)

Sie.Konsumsi:
Ni Siti Marfu’ah (Gunungkidul)

Sie.Perlengkapan:
Ki Utoro Widayanto (Sleman)

Sie.Publikdok:
Ki Herdaru Juniaji, S. Sos. (Kulonprogo)

Sie.Humas:
Ki Suharno, S. Sn. (Bantul)
Ki Sumanto, S. Sn. (Sleman)
Ki Putut  Abyarsa (Gunungkidul)

Sie.Pergelaran:
Ki Seno Nugroho (Bantul)

Sie.Keamanan:
Ki Singgih Wibisono (Kulonprogo)

Sie.Among Tamu/ Ketua PEPADI Kabupaten/Kota:
Ki Drs. KRT. Probo Prayitno, S.E. (Yogyakarta)
Ki Pendi Prayitno, S. Pd. (Bantul)
Ki Joko Budhiarto (Kulonprogo)
Ki Heri Nugroho, S.S. (Gunungkidul)
Ki Drs. KRT. Condro Purnomo (Sleman)

  

===========================



Lampiran3



PENGURUS PEPADI DIY
MASA BAKTI 2013-2018


Pelindung:
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Penasehat:
GBPH. Drs. H. Yudhaningrat, M.M.
Drs. Sukisno, M.Sn.
Ir. H. Hardjono Sudjanadi, M.M.
Ir. Eko Suryo

Ketua Umum:
Ki Edi Suwondo

Ketua 1:
Ki Udreka, S.Sn., M.Sn.

Ketua 2:
Ki Seno Nugroho

Ketua 3:
Ki. R. Yuwono, S.Kar.

Sekretaris:
Ki Herdaru Juniaji, S.Sos.
Ki Drs. Anang Prawoto

Bendahara:
Ki Putut Abyarsa
Ki Sri Mulyono, S.Sn.


BIDANG-BIDANG:

1. Pembinaan dan Pelestarian Pedalangan Klasik Gagrak Yogyakarta.

a. Diklat:
    Ki Margiyono
    Ki Cermo Sutedjo

b. Litbang:
    Ki Sumanto, S.Sn.
    Ki Suharno, S.Sn.

2. Bidang Pergelaran yang terkait dengan upaya Pengembangan Apresiasi Masyarakat terhadap Pergelaran Wayang Kulit Kreasi dan Inovasi

a. Wayang Kulit:
    Ki Utoro Widayanto

b. Wayang Golek:
    Ki Sudarminto

c. Wayang Inovasi:
    Ki Aneng Kiswantoro, S.Sn., M.Sn.

d. Wayang Orang:
    Ki Anter Asmarateja, S.Sn.

e. Karawitan:
    Ki Haryo Sumantri, S.Sn.


3. Bidang Organisasi dan Kesejahteraan Anggota
  
a. Hukum:
    Ki R. Sugiyo
    Ki Rusmadi

b. Sosial:
    Ki Sumono
    Ki Rusdiyanto

4. Publikasi dan Dokumentasi:
    Ki Singgih Wibisono
    Ki Wisnu Prabata



Yogyakarta, 23 Maret 2013
ttd.
Ketua PEPADI DIY


Ki Edi Suwondo

Minggu, 06 November 2011

KI SRI HARTANTO MEWAKILI DIY


Menindaklanjuti surat dari PEPADI Pusat tentang Festival Wayang Indonesia ke-3 Tingkat Nasional (Kompetisi Dalang Remaja) Tahun 2011 yang akan diselenggarakan di Gedung Pewayangan Kautaman TMII Jakarta pada tanggal 18-21 Oktober 2011, PEPADI DIY telah berhasil melaksanakan seleksi Dalang Remaja dari 5 Kabupaten/Kota se DIY pada hari Jum'at, 30 September 2011.


Acara seleksi tersebut dikemas sebagaimana Audisi dimana setiap dalang tidak perlu menampilkan pagelaran secara utuh tetapi meski hanya berupa fragmen/penggalan pakeliran yang singkat, setiap aspek penilaian harus dapat terwakili.


Selain itu, pada sessi tanya jawab, setiap dalang akan mendapatkan banyak masukan karena masing-masing Yuri/Pengamat akan memberikan kritik dengan dasar-dasar ilmu pedalangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Seleksi yang dilaksanakan di Joglo Kartini, Gabugan, Donokerto, Turi itu menampilkan Yuri Ki. Drs. S. Purnomo (dari unsur praktisi pedalangan klasik), Ki Edi Suwondo (dari praktisi pedalangan garap) dan Ki R. Suhartana (dari SMKI Jogja; unsur pendidikan pedalangan). Selain itu, hadir Prof. Dr. Kasidi, M.Hum. sebagai tamu kehormatan yang didaulat memberi pengarahan tentang ciri khas pedalangan gagarag Jogja serta wawasan pedalangan nasional dan global.


Hasil akhir (nilai total) yang diperoleh masing-masing peserta seleksi adalah:
1. Ki Widiyatmoko (Kab. Gunung Kidul; Brojodhenta Gugur), nilai 647

2. Ki Restu Hermawan (Kab. Kulon Progo; Sang Sucitra), nilai 605

3. Ki Sumantri Adhi Saputro (Kab. Bantul; Dewa Ruci), nilai 656

4. Ki Nugroho Hardi Seputro (Kota Yogyakarta; Begawan Sukma Anggana), nilai 575

5. Ki Sri Hartanto (Kab. Sleman; Wiratha Parwa), nilai 685

Dari hasil tersebut, maka Ki Sri Hartanto dinyatakan berhak mewakili PEPADI DIY untuk maju ke Festival Wayang Indonesia ke-3 Tingkat Nasional di TMII Jakarta.


Untuk selanjutnya, latihan intensif dilakukan 3 kali di Gabugan dibawah koordinasi Ketua Kontingen Ki Edi Suwondo dengan tim pendukung: Sri Mulyono, S.Sn., Ciptorini, S.Sn., Parti Wibowo, Kuswolo, Agus Hadi Sugito, Adhi Sulistyo, Heru Setiawan, Anang Prawoto dan Edi Indartono.


Karena pada hari Selasa (18 Oktober 2011) ada beberapa personil yang ikut mendukung Kirab Pengantin Kraton Yogyakarta (GKR.Bendara dan KPH.Yudonegoro), kontingen Jogja baru berangkat menuju TMII Jakarta jam 19.15 dari Pajangan Sleman.
























KI TIMBUL HADIPRAYITNA WAFAT








Selasa Pon, 10 Mei 2011 dini hari penulis menerima sms dari teman yang memberi tahu bahwa Ki Timbul 'seda'. Innalillahi wa inna illaihi roji'un, kandidat Empu Ageng yang lahir di Bagelen, 21 September 1934 itu telah meninggalkan kita. Dunia pedalangan kehilangan sosok dalang sepuh yang konsisten menjaga pakeliran gagrag Ngayogyakarta.






Masih teringat saat Ki KMT. Cerma Manggala (Ki Timbul Hadiprayitna) membawakan cerita Puntadewa Krama (Gandamana Sayembara) pada pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh RRI, TVRI, KR dan Pepadi DIY di kagungan Dalem Sasana Hinggil Dwi Abad Yogyakarta, dalang yang sudah berusia 77 tahun itupun tetap tampak bersemangat, baik suluk, antawacana, janturan maupun sabet, semua masih terlihat utuh. Memang, disela-sela sabetan Ki Timbul harus berhenti sejenak untuk ambil nafas yang sedikit tampak terengah-engah.


Patut diacungi jempol bahwa diusia senja dan dalam kondisi fisik yang sudah tidak fit, semangat mendalang Ki Timbul tidak kalah dengan dalang-dalang muda. Semoga masyarakat, para pecinta wayang, seniman dan putra-wayah Almarhum akan tetap ngleluri dan mengembangkan pedhalangan Jogja dengan segala paugerannya.






Tidak terlalu salah jika ada banyak harapan disampirkan di pundak Prof. Dr. Kasidi, M.Hum. yang meski bukan berprofesi dalang, tapi karena putra Ki Timbul itu adalah satu-satunya profesor di bidang wayang/pedalangan di Indonesia (atau bahkan di dunia saat ini), semoga setidaknya dapat membidani munculnya dalang Jogja yang profesional, kondang dan digemari di seluru penjuru.






Selamat jalan sang Empu Ageng.

Senin, 28 Juni 2010

PAGELARAN WAYANG KULIT

20 PANGGUNG DI GUNUNGKIDUL



Gunungkidul, 25 Juni 2010

Sebagaimana agenda rutin Pemkab bekerjasama dengan PEPADI Kab.Gunungkidul, Senin 28 Juni 2010 (malam Selasa Pon) akan diselenggarakan wayang kulit yang menampilkan dalang-dalang berpotensi dari wilayah kabupaten setempat. Sejumlah 20 panggung yang tersebar di 20 Desa dan Dusun akan didirikan untuk keperluan pagelaran itu. Jangan lewatkan, saksikan ,, segera ..!! <Sumber: Ki Puthut Abiyarsa, GK>

Jumat, 28 Mei 2010


PARADE DALANG BOCAH
MENYAMBUT DIES NATALIS KE-46 UNY



Sleman, 25 Mei 2010

Dalam rangka Dies Natalis ke-46 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dulu bernama IKIP Negeri Yogyakarta, panitia bekerjasama dengan PEPADI Provinsi DIY menampilkan 4 dalang bocah di Pendapa Food Court UNY pada hari Selasa, 25 Mei 2010 mulai jam 10.00 hingga 16.30.





Untuk mengawali pagelaran, sedianya Rektor UNY Dr. Rochmad Wahab, MA., M.Pd. akan menyerahkan tokoh wayang kepada ke-4 dalang, namun Bayu Praba Prasapa Aji yang masih duduk di kelas VI SD terpaksa tidak bisa mengikuti acara simbolis itu karena sedang mengikuti THB.
Tampil pertama pada parade itu, Adam Gifari, putra dari raja dangdut Rhoma Irama yang tinggal di Solo. Dalang bocah berwajah ganteng itu membawakan lakon Sena Bumbu dalam gaya Solo dengan penguasaan gending, sabet dan wicara yang memukau, bahkan saat improvisasi-pun tampak begitu komunikatip.






Dalang kedua, Putra Laksana Tanjung membawakan lakon Jabang Radya dengan style Yogya. Pakelirannya tampak begitu dramatik dengan kombinasi antara petuah-petuah yang mengalir lancar dan suasana haru/sedih yang menyentuh. Keprakan dalang ini tanpak jelas mencerminkan dalang Yogya yang utuh dengan ciri nisir dan nduduk-nya.






Dalang ketiga, Aan Bagus Saputro. Siswa klas II SMP yang lahir di Wonogiri dan sekarang tinggal di Bokoharjo Prambanan itu membawakan lakon Babad Alas Wanamarta. Dalang ini tampil dengan tenang namun merbawani. Pengolahan sabet sebagai introduksi pakeliran sangat memukau penonton, terlebih lagi suara Aan sudah matang, tidak tampak sebagai suara bocah sehingga saat suluk, lagon dan janturan, dalang ini sudah seperti layaknya dalang dewasa.



Penyaji terakhir, Bayu Praba Prasapa Aji, putra Ki Gandung Jatmika (pengendhang) dan Nyi Sunarni (waranggana) yang saat itu ikut mengiringi pagelaran, menyajikan lakon Narayana Kridha. Meski suaranya masih khas sebagaimana vokal bocah SD, namun penampilan dalang ini tampak memiliki aspek yang sangat lengkap. Janturan bagus, pakem sabetan serta pengembangannya dikuasai dengan baik sehingga wayang terlihat hidup di kelir. Penggambaran karakter wayang tampak sangat jelas, saat marah tampak begitu sereng mencekam, namun saat bercanda, begitu jenaka dan menggelitik. Alur cerita begitu terjaga karena kombinasi antara sabet, kandha/ carita dan gending sangat imbang.

Pada acara penutup, sore itu sertifikat/ penghargaan diserahkan hanya kepada 3 dalang karena Adam Gifari sudah pulang, dan nominasi dalang favorit akan diumumkan pada pagelaran wayang 28 Mei 2010 yang akan menampilkan dalang muda ternama dari Yogya, Ki Seno Nugroho.





















[an_Tim PEPADI DIY]

Sabtu, 22 Mei 2010

PENGURUS PEPADI KABUPATEN SLEMAN DILANTIK WAKIL BUPATI
Sleman, 15 Januari 2010
Setelah melalui proses cukup lama akhirnya pelantikan pengurus PEPADI kabupaten Sleman yang ditunggu-tunggu masyarakat seniman pedalangan dapat dilaksanakan di panggung terbuka lapangan Tirtoadi Mlati Sleman, Jum'at 15 Januari 2010. Pada acara yang dimulai jam 20.00 itu semua pengurus yang akan dilantik, siap dengan mengenakan ageman kejawen lengkap sebagai tanda kesiapannya untuk mengemban amanah demi berkembangnya pedalangan Sleman.

Dalam laporannya, selain mengucapkan terimakasih Wakil Bupati (Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.), Pimpinan OM. Lathansa (H. Sunaryo, Godean) dan Radio Konco Tani (Dukuh, Godean), Ketua Panitia Drs. Bambang Purnomo juga menyampaikan bahwa selama ini PEPADI Sleman tidak aktif. Namun demikian, sebagaimana tidurnya Kumbakarna, PEPADI Sleman tetap mempunyai prestasi yang membanggakan di tingkat DIY dan nasional. Prestasi itu antara lain: Ki Utoro Wijayanto menjadi penyaji terbaik pada Festifal Pedalangan gagrag Yogyakarta tingkat provinsi DIY 2007, Ki Sutikno menjadi penyaji terbaik dan penata gending terbaik pada Festifal Dalang Nasional 2008 di Yogyakarta, dan Bayu Prasapa Aji masuk nominasi 5 besar Festival Dalang Bocah Nasional 2009 di Jakarta dan menerima trofi Wakil Presiden dan uang 10 juta Rupiah.

Dilain pihak, Ki Edi Indartono (Ketua PEPADI Provinsi DIY dan mantan Ketua PEPADI Komisariat Daerah Kabupaten Sleman) mengakui bahwa penyebab jeblog-nya PEPADI Sleman adalah oleh kesalahan dirinya. Namun, sebagai orgaisasi sebenarnya kesalahan itu bukan semata-mata karena dirinya karena Ki Edi Indartono berpijak pada Peraturan Menteri Dalam Negeri, No.39 tahun 2007.

Setelah pembacaan SK oleh ketua PEPADI Provinsi DIY, kepengurusan PEPADI Kabupaten Sleman periode 2010-2015 dikukuhkan oleh Wakil Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.dilanjutkan penyerahan SK kepada Ketua PEPADI Kabupaten Sleman yang baru, Drs. Bambang Purnomo (KRT. Condro Purnomo).

Dalam sambutan bahasa Jawa yang fasih, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si. berharap semua pengurus dapat mengangkat pedalangan dan pewayangan supaya dapat lebih gumregah dalam rangka membentengi budaya masyarakat dari pengaruh luar. Diharapkan juga agar wayang bisa lebih diminati tidak hanya oleh golongan tua, tapi juga untuk kaum muda. Tiga hal yang harus diperhatikan pengurus agar wayang tetap diminati masyarakat: 1. Harus ada program yang disusun secara pragmatis, komprehensif dan inovatif. 2. Ada daya kreatip, mampu menciptakan yang baru namun tetap berpedoman pakem agar tetap mempunyai pesan moral. 3. Masyarakat harus makin cerdas dalam hal intelektual maupun spiritual.

Setelah acara ramah-tamah yang diiringi tari "Golek Ayun-Ayun" oleh tiga penari cantik, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang 3 kelir, di sebelah kiri: Wayang Kulit oleh Ki ... dari Sleman Barat, tengah: Wayang Golek oleh Ki Juwahir dari Sleman Timur, dan sebelah kanan; Wayang Kulit oleh Ki Utoro Wijayanto dari Sleman Tengah. Pagelaran wayang dengan cerita Sesaji Raja Suya yang menghadirkan waranggana Nyi Sunyahni itu didahului penyerahan tokoh wayang oleh Wakil Bupati Sleman, Kabid Kesenian (dinas Budpar) Sleman dan Ketua PEPADI DIY.

[an_Tim PEPADI DIY]