Sabtu, 04 Juni 2016

MUHIBAH BUDAYA DI TEMANGGUNG JAWA TENGAH




Melanjutkan program Muhibah Budaya yang telah diawali di Lampung, pada hari Jum'at, 13 Mei 2016 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang bekerjasama dengan PEPADI DIY menggelar Wayang Kulit semalam suntuk di Kabupaten Temanggung dengan lakon "Karna Kalajaya".


Pagelaran yang diselenggarakan di PENDAPA PANGAYOMAN Kabupaten Temanggung itu menampilkan 3 dalang: Ki Bayu Probo Prasopo Aji (dalang remaja dari Sleman), Ki Guntoro (dalang muda dari Kulon Progo) dan Ki Kuwat Hadi Samono (dalang senior dari Gunung Kidul).





Tampilan ketiga dalang tersebut saling melengkapi dimana dua dalang terdahulu tampak menonjol pada garap sabet, sementara Ki Kuwat Hadi Samono lebih menekankan sanggit dan geculan sebagaimana almarhum Ki Hadi Sugito.






Mengiringi pagelaran tersebut, karawitan PRABU (Prawira Budaya) dari Gunung Kidul yang dimotori oleh Ki Oky Wijaya dan Ki Roni Achmad  tampil total dengan didukung lima orang waranggana: Nyi Susmiyati, Nyi Natalia Lestari, Ni Saraswati Meiana, Ni Deni Purwanti dan Ni Intan Puspitasari.







[Anang_P]

Rabu, 25 Juni 2014

FESTIVAL DALANG DIY


Keberlangsungan profesi dalang gagrag Yogyakarta perlu dipersiapkan melalui berbagai apresiasi dan kompetisi. Sejalan dengan sambutan Ki Edi Suwondo selaku Ketua PEPADI DIY, dengan kegiatan-kegiatan semacam itu bagi dalang anak, dalang remaja dan dalang muda, regenerasi dalang akan selalu terjadi secara  sehat. Untuk kentingan itu PEPADI DIY bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY pada hari Rabu 25 Juni 2014 bertempat di pendapa Dalem Yudaningratan menyelenggarakan Festival Dalang Anak (FDA), Festival Dalang Remaja (FDR) dan Festival dalang Muda (FDM) yang diikuti oleh perwakilan PEPADI kabupaten/kota se DIY.



Untuk Dalang Anak, durasi pementasan dibatasi 20 menit, sedangkan untuk Dalang Remaja dan Dalang Muda durasi pementasan dibatasi 25 menit.

Penilaian yang mengacu pada garap sabet, iringan, catur, cerita dan penyajian tersebut akhirnya menghasilkan kejuaraan sebagai berikut:

FDA:
Peserta Terbaik 1: Ki Gregorius Pradana Ardyamukti
Peserta Terbaik 2: Ki Branjang Pamadi
Peserta Terbaik 3: Ki Fajar Satria
Harapan 1: Ki Tahta Harimurti Proboatmojo

Harapan 2: Ki Brendy Narendra Brihawan

FDR:
Peserta Terbaik 1: Ki Bayu Probo Prasopo Aji
Peserta Terbaik 2: Ki Galih Ari Prabowo
Peserta Terbaik 3: Ki L. Hanan Wisma Dwi Atmaja
Harapan 1: Ki Rosiansah Dharma Pratama
Harapan 2: Ki Bagas Adhitya Prasetyo

FDM:
Peserta Terbaik 1: Ki Fani Rickyansyah
Peserta Terbaik 2: Ki Wahyu Prastowo
Peserta Terbaik 3: Ki Bayu Aji Nugraha
Harapan 1: Ki Widiyatmoko
Harapan 2: Ki Andri Windu S.

Pembagian hadiah untuk FDA dilakukan oleh Ki Drs. KRT. Probo Prayitno, SE. (Ki KRT Cermo Proboprayitno), FDR oleh Ketua PEPADI DIY yang diwakili oleh Ki Drs. Anang Prawoto, dan FDM oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY yang diwakili oleh Kepala Seksi Kesenian, Ibu Y. Eni Lestari Rahayu.

Event budaya yang berlangsung dari jam 08.00 hingga 18.20 dengan pemandu acara Ni Ganeswara, S.Pd.  itu, telah mengantarkan Ki Fani Rickyansyah ke langkah berikutnya menuju Festival Dalang Muda Tingkat Nasional di Jakarta pada bulan Agustus 2014 yang akan datang.


Sabtu, 31 Mei 2014

GELAR PAKELIRAN PADAT DILANJUTKAN WAYANG GOLEK


Setelah didpergelarkannya pakeliran padat (wayang kulit) di 5 lokasi terpisah (kabupaten/kota), pada Jum'at 30 Mei 2014 di rumah Ki Edi Suwondo; Pajangan Pandowoharjo Sleman, diselenggarakan acara puncak Gelar (Parade) Pakeliran Padat yang menampilkan dalang ternama, Ki Mas Penewu (MP) Cermo Sutejo yang memiliki kekhasan gaya Yogyakarta.



Dalang yang juga menjadi pamong pawiyatan pedalangan HABIRANDHA Kraton Yogyakarta itu membawakan lakon CIPTANING dalam kemasan pakeliran padat dengan iringan karawitan yang dipimpin Ki Gandung Jatmiko dari Temanggal, Kalasan.



Untuk mengawali acara, MC Ki Suharno HS mempersilahkan dalang cilik Ki Tahta Harimurti untuk mementaskan pakeliran singkat (sekitar 30 menit) dengan cerita KIKIS TUNGGARANA. Dalang cilik berwajah "cool" itu memiliki dasar-dasar pedalangan yang bagus, meski untuk menjadi dalang muda yang berkelas perlu pembenahan dan pembinaan.


Dalam laporannya, Ketua PEPADI DIY, Ki Edi Suwondo menyatakan terimakasihnya kepada Dinas Kebudayaan yang telah memberikan kesempatan kepada para dalang untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai  bentuk proses regenerasi dalang gagrak Yogyakarta.


Selanjutnya dikatakan, betapa sulitnya mengorganisir (mengurus) sekian banyak dalang-dalang Jogja dengan berbagai latar belakang dan permasalahannya, sementara PEPADI ada dalam banyak keterbatasan.


Diakhir sambutan Kepala Dinas Kebudayaan DIY yang diwakili oleh Bp. Agus Amrullah, Dinas akan selalu bersedia membantu program-program PEPADI untuk melestarikan dan mengembangkan pedalangan Yogyakarta.

Melanjutkan gelar pakeliran padat pada malam itu, Ki Sudarminto dari Tambakan Sindumartani Ngemplak Sleman mementaskan Wayang Golek dengan cerita JAYENGRANA GODHI.



Pagelaran itu menjadi "nges", segar dan jenaka karena dalang-dalang DIY ikut meramaikan dengan berinteraksi dengan dalang yang ada di panggung hingga berakhirnya pagelaran jam 02.30 WIB.