Senin, 28 Juni 2010
Jumat, 28 Mei 2010
PARADE DALANG BOCAH
MENYAMBUT DIES NATALIS KE-46 UNY
Tampil pertama pada parade itu, Adam Gifari, putra dari raja dangdut Rhoma Irama yang tinggal di Solo. Dalang bocah berwajah ganteng itu membawakan lakon Sena Bumbu dalam gaya Solo dengan penguasaan gending, sabet dan wicara yang memukau, bahkan saat improvisasi-pun tampak begitu komunikatip.
Dalang kedua, Putra Laksana Tanjung membawakan lakon Jabang Radya dengan style Yogya. Pakelirannya tampak begitu dramatik dengan kombinasi antara petuah-petuah yang mengalir lancar dan suasana haru/sedih yang menyentuh. Keprakan dalang ini tanpak jelas mencerminkan dalang Yogya yang utuh dengan ciri nisir dan nduduk-nya.
Dalang ketiga, Aan Bagus Saputro. Siswa klas II SMP yang lahir di Wonogiri dan sekarang tinggal di Bokoharjo Prambanan itu membawakan lakon Babad Alas Wanamarta. Dalang ini tampil dengan tenang namun merbawani. Pengolahan sabet sebagai introduksi pakeliran sangat memukau penonton, terlebih lagi suara Aan sudah matang, tidak tampak sebagai suara bocah sehingga saat suluk, lagon dan janturan, dalang ini sudah seperti layaknya dalang dewasa.
Penyaji terakhir, Bayu Praba Prasapa Aji, putra Ki Gandung Jatmika (pengendhang) dan Nyi Sunarni (waranggana) yang saat itu ikut mengiringi pagelaran, menyajikan lakon Narayana Kridha. Meski suaranya masih khas sebagaimana vokal bocah SD, namun penampilan dalang ini tampak memiliki aspek yang sangat lengkap. Janturan bagus, pakem sabetan serta pengembangannya dikuasai dengan baik sehingga wayang terlihat hidup di kelir. Penggambaran karakter wayang tampak sangat jelas, saat marah tampak begitu sereng mencekam, namun saat bercanda, begitu jenaka dan menggelitik. Alur cerita begitu terjaga karena kombinasi antara sabet, kandha/ carita dan gending sangat imbang.
Pada acara penutup, sore itu sertifikat/ penghargaan diserahkan hanya kepada 3 dalang karena Adam Gifari sudah pulang, dan nominasi dalang favorit akan diumumkan pada pagelaran wayang 28 Mei 2010 yang akan menampilkan dalang muda ternama dari Yogya, Ki Seno Nugroho.
[an_Tim PEPADI DIY]
Sabtu, 22 Mei 2010
Sleman, 15 Januari 2010Setelah melalui proses cukup lama akhirnya pelantikan pengurus PEPADI kabupaten Sleman yang ditunggu-tunggu masyarakat seniman pedalangan dapat dilaksanakan di panggung terbuka lapangan Tirtoadi Mlati Sleman, Jum'at 15 Januari 2010. Pada acara yang dimulai jam 20.00 itu semua pengurus yang akan dilantik, siap dengan mengenakan ageman kejawen lengkap sebagai tanda kesiapannya untuk mengemban amanah demi berkembangnya pedalangan Sleman.
Dalam laporannya, selain mengucapkan terimakasih Wakil Bupati (Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.), Pimpinan OM. Lathansa (H. Sunaryo, Godean) dan Radio Konco Tani (Dukuh, Godean), Ketua Panitia Drs. Bambang Purnomo juga menyampaikan bahwa selama ini PEPADI Sleman tidak aktif. Namun demikian, sebagaimana tidurnya Kumbakarna, PEPADI Sleman tetap mempunyai prestasi yang membanggakan di tingkat DIY dan nasional. Prestasi itu antara lain: Ki Utoro Wijayanto menjadi penyaji terbaik pada Festifal Pedalangan gagrag Yogyakarta tingkat provinsi DIY 2007, Ki Sutikno menjadi penyaji terbaik dan penata gending terbaik pada Festifal Dalang Nasional 2008 di Yogyakarta, dan Bayu Prasapa Aji masuk nominasi 5 besar Festival Dalang Bocah Nasional 2009 di Jakarta dan menerima trofi Wakil Presiden dan uang 10 juta Rupiah.
Dilain pihak, Ki Edi Indartono (Ketua PEPADI Provinsi DIY dan mantan Ketua PEPADI Komisariat Daerah Kabupaten Sleman) mengakui bahwa penyebab jeblog-nya PEPADI Sleman adalah oleh kesalahan dirinya. Namun, sebagai orgaisasi sebenarnya kesalahan itu bukan semata-mata karena dirinya karena Ki Edi Indartono berpijak pada Peraturan Menteri Dalam Negeri, No.39 tahun 2007.
Dalam sambutan bahasa Jawa yang fasih, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si. berharap semua pengurus dapat mengangkat pedalangan dan pewayangan supaya dapat lebih gumregah dalam rangka membentengi budaya masyarakat dari pengaruh luar. Diharapkan juga agar wayang bisa lebih diminati tidak hanya oleh golongan tua, tapi juga untuk kaum muda. Tiga hal yang harus diperhatikan pengurus agar wayang tetap diminati masyarakat: 1. Harus ada program yang disusun secara pragmatis, komprehensif dan inovatif. 2. Ada daya kreatip, mampu menciptakan yang baru namun tetap berpedoman pakem agar tetap mempunyai pesan moral. 3. Masyarakat harus makin cerdas dalam hal intelektual maupun spiritual.
Setelah acara ramah-tamah yang diiringi tari "Golek Ayun-Ayun" oleh tiga penari cantik, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang 3 kelir, di sebelah kiri: Wayang Kulit oleh Ki ... dari Sleman Barat, tengah: Wayang Golek oleh Ki Juwahir dari Sleman Timur, dan sebelah kanan; Wayang Kulit oleh Ki Utoro Wijayanto dari Sleman Tengah. Pagelaran wayang dengan cerita Sesaji Raja Suya yang menghadirkan waranggana Nyi Sunyahni itu didahului penyerahan tokoh wayang oleh Wakil Bupati Sleman, Kabid Kesenian (dinas Budpar) Sleman dan Ketua PEPADI DIY.
[an_Tim PEPADI DIY]
Selasa, 15 Desember 2009
MEMBENTUK PENGURUS BARU
Dalam pengarahannya, ketua PEPADI Provinsi DIY, Ki Edi Indartono, SH. mengingatkan agar dalang melalui PEPADI dapat mengontrol pemanfaatan APBD, khususnya yang menyangkut dana untuk kegiatan Pedalangan. Dilain pihak, dalang diminta mewaspadai adanya oknum yang akan memanfaatkan PEPADI untuk sekedar kepentingan individu atau kelompok tertentu yang sebenarnya tidak mempunyai komitmen pada Pedalangan.
Dari hasil musyawarah, disepakati bahwa para dalang tidak perlu mengungkit-ungkit situasi disharmonis masa lalu antara PEPADI dan pemerintah, dan selanjutnya masyarakat pedalangan menginginkan adanya pengurus baru yang dapat diharapkan kiprahnya untuk mensejahterakan para dalang.
Melalui mekanisme sidang formatur yang dipimpin Ki Drs. Anang Prawoto, akhirnya dapat ditetapkan kepengurusan PEPADI Kabupaten Sleman periode 2010-2015 sebagai berikut:
Ketua Umum
Ki Drs. Bambang Purnomo (KRT. Condro Purnomo)
Ki Edi Suwondo
Ki Widji Raharjo, BA.
Ki Jasminto
Ki Maryoto
Ki R. Sugiyo
Ki Sudarminto
Ki Hadi Sutikno
Ki Drs. Suharjo Purnomo
Meski pada upacara duka, Minggu, 18 Oktober 2009 jam 14.00 WIB itu diiringi alunan gamelan dengan suasana sedih, namun, para pelayat tetap saja tak mampu menahan tawa saat Ki Sayoko (mewakili dalang/seniman Jawa Tengah) dan GBPH Yudaningrat menyampaikan sambutan bela sungkawa. Keduanya mengungkap keunikan dan kejenakaan Ki Gito-Gati dan kerabatnya di Pajangan Sleman.
Dalam sambutannya, wakil Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, selain menyatakan bela sungkawa juga menyampaikan penghargaan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap duet seniman kembar itu dengan menetapkan nama besar Ki Gito-Gati sebagai nama jalan yang membujur ketimur dari Denggung hingga Kamdanen. Ketetapan itu mengejutkan sekaligus melegakan hati ahli waris dan bahkan para seniman yang hadir, .. dan tepuk tanganpun tak terbendung.
Saat jenazah akan diberangkatkan, suasana sedih kembali terasa, terlebih saat acara 'sumurup/susupan/tlusupan', tampak beberapa putra wayah menangis, bahkan histeris, termasuk pelawak kondang; Bambang 'Rabies'. Para pelayat yang memenuhi tratag dan para seniman (termasuk Ki Enthus Susmono, Ki Hadi Sutikno, Ki Sumono, Yati Pesek dll) melepas keberangkatan Ki Sugati dengan khidmat. Sementara Ki H. Anom Suroto dan Ki H. Manteb Sudarsono tidak dapat hadir karena sedang bertugas di tempat yang jauh.
Selanjutnya, almarhum Ki Sugati dimakamkan berdampingan dengan almarhum Ki Sugito di makam Pajangan, beristirahat dengan tenang dan abadi. Saatnyalah putra wayah kedua seniman kembar itu (Ki Suyatman, Ki Bayu Sugati, Ki Edi Suwondo, Ki Edi Indatono, Bambang 'Rabies' dll) menegakkan kembali kebesaran nama Ki Gito-Gati sehingga dapat menjadi pengikat dan pengayom bagi para seniman, khususnya di Sleman. <an_Tim PEPADI DIY>
PERIODE TAHUN 2007-2010
Pelindung
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
Penasihat
GBPH Prabukusumo
GBPH Yudaningrat
Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi DI. Yogyakarta
Ir. Harjono Sujanadi, MM.
Drs. Nur Satwika
Ketua Umum
Ki Edi Indartono, SH.
Ketua I
Ki Suyoto
Ketua II
Ki Drs. Joko Suseno, M.Hum.
Ketua III
Ki Puthut Abiyarsa
Sekretaris I
Ki Drs. Sunardi
Sekretaris II
Ki Joko Budhiarto
Bendahara I
Ki Supriyono
Bendahara II
Ki Anom Sucondro
Divisi Bidang Pergelaran
Ki Slamet, HS.
Ki Drs. Sukisno, M.Sn.
Ki R. Sugiyo
Divisi Bidang Litbang
Ki Udreka, M.Sn.
Ki Drs. Anang Prawoto
Ki Rejomulyo BA, S.Sn.
Divisi Bidang Kesejahteraan
Ki Parjoyo, S.Sn.
Ki Untung Probo Prayitno
Ki Suratno



