Senin, 28 Juni 2010

PAGELARAN WAYANG KULIT

20 PANGGUNG DI GUNUNGKIDUL



Gunungkidul, 25 Juni 2010

Sebagaimana agenda rutin Pemkab bekerjasama dengan PEPADI Kab.Gunungkidul, Senin 28 Juni 2010 (malam Selasa Pon) akan diselenggarakan wayang kulit yang menampilkan dalang-dalang berpotensi dari wilayah kabupaten setempat. Sejumlah 20 panggung yang tersebar di 20 Desa dan Dusun akan didirikan untuk keperluan pagelaran itu. Jangan lewatkan, saksikan ,, segera ..!! <Sumber: Ki Puthut Abiyarsa, GK>

Jumat, 28 Mei 2010


PARADE DALANG BOCAH
MENYAMBUT DIES NATALIS KE-46 UNY



Sleman, 25 Mei 2010

Dalam rangka Dies Natalis ke-46 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dulu bernama IKIP Negeri Yogyakarta, panitia bekerjasama dengan PEPADI Provinsi DIY menampilkan 4 dalang bocah di Pendapa Food Court UNY pada hari Selasa, 25 Mei 2010 mulai jam 10.00 hingga 16.30.





Untuk mengawali pagelaran, sedianya Rektor UNY Dr. Rochmad Wahab, MA., M.Pd. akan menyerahkan tokoh wayang kepada ke-4 dalang, namun Bayu Praba Prasapa Aji yang masih duduk di kelas VI SD terpaksa tidak bisa mengikuti acara simbolis itu karena sedang mengikuti THB.
Tampil pertama pada parade itu, Adam Gifari, putra dari raja dangdut Rhoma Irama yang tinggal di Solo. Dalang bocah berwajah ganteng itu membawakan lakon Sena Bumbu dalam gaya Solo dengan penguasaan gending, sabet dan wicara yang memukau, bahkan saat improvisasi-pun tampak begitu komunikatip.






Dalang kedua, Putra Laksana Tanjung membawakan lakon Jabang Radya dengan style Yogya. Pakelirannya tampak begitu dramatik dengan kombinasi antara petuah-petuah yang mengalir lancar dan suasana haru/sedih yang menyentuh. Keprakan dalang ini tanpak jelas mencerminkan dalang Yogya yang utuh dengan ciri nisir dan nduduk-nya.






Dalang ketiga, Aan Bagus Saputro. Siswa klas II SMP yang lahir di Wonogiri dan sekarang tinggal di Bokoharjo Prambanan itu membawakan lakon Babad Alas Wanamarta. Dalang ini tampil dengan tenang namun merbawani. Pengolahan sabet sebagai introduksi pakeliran sangat memukau penonton, terlebih lagi suara Aan sudah matang, tidak tampak sebagai suara bocah sehingga saat suluk, lagon dan janturan, dalang ini sudah seperti layaknya dalang dewasa.



Penyaji terakhir, Bayu Praba Prasapa Aji, putra Ki Gandung Jatmika (pengendhang) dan Nyi Sunarni (waranggana) yang saat itu ikut mengiringi pagelaran, menyajikan lakon Narayana Kridha. Meski suaranya masih khas sebagaimana vokal bocah SD, namun penampilan dalang ini tampak memiliki aspek yang sangat lengkap. Janturan bagus, pakem sabetan serta pengembangannya dikuasai dengan baik sehingga wayang terlihat hidup di kelir. Penggambaran karakter wayang tampak sangat jelas, saat marah tampak begitu sereng mencekam, namun saat bercanda, begitu jenaka dan menggelitik. Alur cerita begitu terjaga karena kombinasi antara sabet, kandha/ carita dan gending sangat imbang.

Pada acara penutup, sore itu sertifikat/ penghargaan diserahkan hanya kepada 3 dalang karena Adam Gifari sudah pulang, dan nominasi dalang favorit akan diumumkan pada pagelaran wayang 28 Mei 2010 yang akan menampilkan dalang muda ternama dari Yogya, Ki Seno Nugroho.





















[an_Tim PEPADI DIY]

Sabtu, 22 Mei 2010

PENGURUS PEPADI KABUPATEN SLEMAN DILANTIK WAKIL BUPATI
Sleman, 15 Januari 2010
Setelah melalui proses cukup lama akhirnya pelantikan pengurus PEPADI kabupaten Sleman yang ditunggu-tunggu masyarakat seniman pedalangan dapat dilaksanakan di panggung terbuka lapangan Tirtoadi Mlati Sleman, Jum'at 15 Januari 2010. Pada acara yang dimulai jam 20.00 itu semua pengurus yang akan dilantik, siap dengan mengenakan ageman kejawen lengkap sebagai tanda kesiapannya untuk mengemban amanah demi berkembangnya pedalangan Sleman.

Dalam laporannya, selain mengucapkan terimakasih Wakil Bupati (Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.), Pimpinan OM. Lathansa (H. Sunaryo, Godean) dan Radio Konco Tani (Dukuh, Godean), Ketua Panitia Drs. Bambang Purnomo juga menyampaikan bahwa selama ini PEPADI Sleman tidak aktif. Namun demikian, sebagaimana tidurnya Kumbakarna, PEPADI Sleman tetap mempunyai prestasi yang membanggakan di tingkat DIY dan nasional. Prestasi itu antara lain: Ki Utoro Wijayanto menjadi penyaji terbaik pada Festifal Pedalangan gagrag Yogyakarta tingkat provinsi DIY 2007, Ki Sutikno menjadi penyaji terbaik dan penata gending terbaik pada Festifal Dalang Nasional 2008 di Yogyakarta, dan Bayu Prasapa Aji masuk nominasi 5 besar Festival Dalang Bocah Nasional 2009 di Jakarta dan menerima trofi Wakil Presiden dan uang 10 juta Rupiah.

Dilain pihak, Ki Edi Indartono (Ketua PEPADI Provinsi DIY dan mantan Ketua PEPADI Komisariat Daerah Kabupaten Sleman) mengakui bahwa penyebab jeblog-nya PEPADI Sleman adalah oleh kesalahan dirinya. Namun, sebagai orgaisasi sebenarnya kesalahan itu bukan semata-mata karena dirinya karena Ki Edi Indartono berpijak pada Peraturan Menteri Dalam Negeri, No.39 tahun 2007.

Setelah pembacaan SK oleh ketua PEPADI Provinsi DIY, kepengurusan PEPADI Kabupaten Sleman periode 2010-2015 dikukuhkan oleh Wakil Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.dilanjutkan penyerahan SK kepada Ketua PEPADI Kabupaten Sleman yang baru, Drs. Bambang Purnomo (KRT. Condro Purnomo).

Dalam sambutan bahasa Jawa yang fasih, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si. berharap semua pengurus dapat mengangkat pedalangan dan pewayangan supaya dapat lebih gumregah dalam rangka membentengi budaya masyarakat dari pengaruh luar. Diharapkan juga agar wayang bisa lebih diminati tidak hanya oleh golongan tua, tapi juga untuk kaum muda. Tiga hal yang harus diperhatikan pengurus agar wayang tetap diminati masyarakat: 1. Harus ada program yang disusun secara pragmatis, komprehensif dan inovatif. 2. Ada daya kreatip, mampu menciptakan yang baru namun tetap berpedoman pakem agar tetap mempunyai pesan moral. 3. Masyarakat harus makin cerdas dalam hal intelektual maupun spiritual.

Setelah acara ramah-tamah yang diiringi tari "Golek Ayun-Ayun" oleh tiga penari cantik, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang 3 kelir, di sebelah kiri: Wayang Kulit oleh Ki ... dari Sleman Barat, tengah: Wayang Golek oleh Ki Juwahir dari Sleman Timur, dan sebelah kanan; Wayang Kulit oleh Ki Utoro Wijayanto dari Sleman Tengah. Pagelaran wayang dengan cerita Sesaji Raja Suya yang menghadirkan waranggana Nyi Sunyahni itu didahului penyerahan tokoh wayang oleh Wakil Bupati Sleman, Kabid Kesenian (dinas Budpar) Sleman dan Ketua PEPADI DIY.

[an_Tim PEPADI DIY]

Selasa, 15 Desember 2009

PEPADI KABUPATEN SLEMAN
MEMBENTUK PENGURUS BARU



Sleman, 07 Desember 2009
Menindak lanjuti keprihatinan atas kevakuman PEPADI Kabupaten Sleman sejak 2006, pada hari Senin, 07 Desember 2009 jam 10.00 - 14.00 WIB, di ruang sidang kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) diselenggarakan musyawarah paguyuban dalang se Kabupaten Sleman.

Pertemuan yang diprakarsai Ki Edi Suwondo dan dimoderatori oleh Ki Drs. Joko Suseno, M.Hum. itu mendapat dukungan fasilitas dari Bidang Kesenian Dinas Budpar Kab. Sleman, dan dari 30 undangan, ada sebanyak 24 dalang hadir pada pertemuan itu, meliputi wilayah Sleman Timur, Tengah dan Barat.

Dalam pengarahannya, ketua PEPADI Provinsi DIY, Ki Edi Indartono, SH. mengingatkan agar dalang melalui PEPADI dapat mengontrol pemanfaatan APBD, khususnya yang menyangkut dana untuk kegiatan Pedalangan. Dilain pihak, dalang diminta mewaspadai adanya oknum yang akan memanfaatkan PEPADI untuk sekedar kepentingan individu atau kelompok tertentu yang sebenarnya tidak mempunyai komitmen pada Pedalangan.

Dari hasil musyawarah, disepakati bahwa para dalang tidak perlu mengungkit-ungkit situasi disharmonis masa lalu antara PEPADI dan pemerintah, dan selanjutnya masyarakat pedalangan menginginkan adanya pengurus baru yang dapat diharapkan kiprahnya untuk mensejahterakan para dalang.

Melalui mekanisme sidang formatur yang dipimpin Ki Drs. Anang Prawoto, akhirnya dapat ditetapkan kepengurusan PEPADI Kabupaten Sleman periode 2010-2015 sebagai berikut:


Ketua Umum
Ki Drs. Bambang Purnomo (KRT. Condro Purnomo)

Wakil Ketua
Ki Edi Suwondo

Sekretaris-I
Ki Widji Raharjo, BA.

Sekretaris-II
Ki Jasminto

Bendahara-I
Ki Maryoto

Bendahara-II
Ki R. Sugiyo

Koor. Sleman Timur
Ki Sudarminto

Koor. Sleman Tengah
Ki Hadi Sutikno

Koor. Sleman Barat
Ki Drs. Suharjo Purnomo

Untuk melengkapi kepengurusan, lebih lanjut Ketua Umum akan membahas bersama-sama personil yang lain pada rapat perdana yang akan diselenggarakan pada hari Senin, 14 Desember 2009 di Plumbon Sardonoharjo Ngaglik Sleman. <an_Tim PEPADI DIY>





KI SUGATI MENINGGAL DUNIA


Sleman, 18 Oktober 2009
Setelah menderita stroke cukup lama, sang maestro ketoprak, ketua PS BAYU (Persatuan Seniman Bagian Yogya Utara), dalang wayang kulit dan mantan ketua Ganasidi (sekarang PEPADI) kabupaten Sleman, pada hari Sabtu 17 Oktober 2009 jam 13.30 WIB berpulang ke rahmatullah, meninggalkan sanak keluarga dan putra wayah tercinta.

Almarhum mbah Gati (sebutan akrab Ki Sugati) dan saudara kembarnya; Ki Sugito, merupakan duet seniman yang jarang ada tandingnya. Sebagaimana dalam 'sabda panglipur', GBPH Yudaningrat juga menyatakan kekagumannya terhadap keserasian peran almarhum Ki Gito-Gati. Karakter Ki Sugati lebih cenderung sesuai untuk peran grasak (kasar), sedangkan Ki Sugito cenderung pada peran jenaka. Dan, yang lebih spesifik dan 'ngangeni' dari almarhum adalah kebiasaan 'misuh' pada berbagai situasi, baik saat marah, kepengkok-rembug maupun saat kaget-gembira.

Meski pada upacara duka, Minggu, 18 Oktober 2009 jam 14.00 WIB itu diiringi alunan gamelan dengan suasana sedih, namun, para pelayat tetap saja tak mampu menahan tawa saat Ki Sayoko (mewakili dalang/seniman Jawa Tengah) dan GBPH Yudaningrat menyampaikan sambutan bela sungkawa. Keduanya mengungkap keunikan dan kejenakaan Ki Gito-Gati dan kerabatnya di Pajangan Sleman.

Dalam sambutannya, wakil Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, selain menyatakan bela sungkawa juga menyampaikan penghargaan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap duet seniman kembar itu dengan menetapkan nama besar Ki Gito-Gati sebagai nama jalan yang membujur ketimur dari Denggung hingga Kamdanen. Ketetapan itu mengejutkan sekaligus melegakan hati ahli waris dan bahkan para seniman yang hadir, .. dan tepuk tanganpun tak terbendung.

Saat jenazah akan diberangkatkan, suasana sedih kembali terasa, terlebih saat acara 'sumurup/susupan/tlusupan', tampak beberapa putra wayah menangis, bahkan histeris, termasuk pelawak kondang; Bambang 'Rabies'. Para pelayat yang memenuhi tratag dan para seniman (termasuk Ki Enthus Susmono, Ki Hadi Sutikno, Ki Sumono, Yati Pesek dll) melepas keberangkatan Ki Sugati dengan khidmat. Sementara Ki H. Anom Suroto dan Ki H. Manteb Sudarsono tidak dapat hadir karena sedang bertugas di tempat yang jauh.

Selanjutnya, almarhum Ki Sugati dimakamkan berdampingan dengan almarhum Ki Sugito di makam Pajangan, beristirahat dengan tenang dan abadi. Saatnyalah putra wayah kedua seniman kembar itu (Ki Suyatman, Ki Bayu Sugati, Ki Edi Suwondo, Ki Edi Indatono, Bambang 'Rabies' dll) menegakkan kembali kebesaran nama Ki Gito-Gati sehingga dapat menjadi pengikat dan pengayom bagi para seniman, khususnya di Sleman. <an_Tim PEPADI DIY>
SUSUNAN PENGURUS PEPADI
PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PERIODE TAHUN 2007-2010



Pelindung
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
[Sri Sultan Hamengku Buwono X]

Penasihat
GBPH Prabukusumo
GBPH Yudaningrat
Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi DI. Yogyakarta
[Ir. RM. Condroyono, M.Sp.]
Ir. Harjono Sujanadi, MM.
Drs. Nur Satwika

Ketua Umum
Ki Edi Indartono, SH.

Ketua I
Ki Suyoto

Ketua II
Ki Drs. Joko Suseno, M.Hum.

Ketua III
Ki Puthut Abiyarsa

Sekretaris I
Ki Drs. Sunardi

Sekretaris II
Ki Joko Budhiarto

Bendahara I
Ki Supriyono

Bendahara II
Ki Anom Sucondro

Divisi Bidang Pergelaran
Ki Slamet, HS.
Ki Drs. Sukisno, M.Sn.
Ki R. Sugiyo

Divisi Bidang Litbang
Ki Udreka, M.Sn.
Ki Drs. Anang Prawoto
Ki Rejomulyo BA, S.Sn.

Divisi Bidang Kesejahteraan
Ki Parjoyo, S.Sn.
Ki Untung Probo Prayitno
Ki Suratno
Klik disini untuk membuka WEB PEPADI DIY




<an_Tim PEPADI DIY>